Damit adalah sebuah desa yang terletak di salah satu sudut rangkaian pegunungan Meratus, wilayah yang terletak di dataran tinggi yang hampir seluruhnya tertutup ilalang dan hutan-hutan kecil. Tepatnya Desa Damit berada di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut. Damit merupakan salah satu daerah tangkapan air yang sangat penting yang terletak di kawasan selatan pulau Kalimantan. Kawasan ini merupakan contoh di mana hutan telah rusak (padahal hutan berfungsi sebagai daerah penyangga, mangrof, produsen oksigen dan pengatur tata air, akar pohon juga mengikat butir-butir tanah sehingga dapat mencegah terjadinya erosi dan tanah longsor. Jadi menebang pohon terutama di daerah tangkapan air / konservasi seperti daerah pegunungan atau hutan tanpa upaya menanam kembali berarti mengundang bencana erosi dan tanah longsor terutama pada musim penghujan) dan intervensi manusia harus dilakukan untuk mendapatkan air. Di bendungan (impoundment) inilah hampir anak sungai kecil dan air hujan ditampung untuk keperluan pertanian dan perikanan. Sehingga apabila tidak ada lahan basah buatan ini lahan perkebunan, pertanian, dan peternakan di wilayahnya tidak akan bisa produktif. Otomatis perekonomian masyarakat akan terganggu. Selain itu daerah tangkapan air juga dapat mengendalikan banjir (flood control).
Namun demikian flora dan fauna di kawasan ini menunjukkan kemungkinan adanya degradasi lingkungan dalam skala yang luas di sana. Degradasi lingkungan itu sendiri diakibatkan oleh aktifitas manusia (hazards of anthropogenic origin), seperti penebangan liar, pertambangan, dan kebakaran hutan, juga karena pemanfaatan air tak sesuai dengan peruntukannya. Yang mana degradasi lingkungan dapat menimbulkan bencana alam, seperti banjir. Contohnya pada tahun 2008 terjadi banjir di Pelaihari yang merusakkan bendungan di Desa Damit ini. Selain itu kawasan ini juga mendapat tekanan dari berbagai aktivitas kehidupan manusia. Masyarakat hidup dari bertani, membudidayakan ikan-ikan, berkebun, dan lain-lain aktivitasnya. Fakta yang ditemukan di lapangan membuktikan bahwa kawasan tangkapan air ini telah menjadi wahana yang sangat penting dalam menunjang kehidupan manusia.
Dari obseravasi langsung ke Desa Damit, di lahan basah buatan tersebut terdapat banyak tumbuhan kangkung dan teratai. Kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) merupakan jenis tumbuhan sayur-sayuran yang tumbuh cepat yang dapat memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Kangkung mempunyai daun yang licin dan berbentuk mata panah, sepanjang 5-6 inci. Batangnya menjalar dengan daun berselang dan batang yang menegak pada pangkal daun. Tumbuhan ini bewarna hijau pucat dan menghasilkan bunga bewarna putih. Kangkung selain rasanya enak juga memiliki kandungan gizi cukup tinggi, mengandung vitamin A, B dan vitamin C serta bahan-bahan mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan badan dan kesehatan. Kangkung juga merupakan makanan salah satu spesies hewan Chersina, atau kura-kura. Sedangkan teratai (Nymphaea sp) merupakan tumbuhan air yang sering di digunakan sebagai bahan pangan dan obat. Daun teratai dipercaya dapat menurunkan panas, menyembuhkan sakit kepala dan diare. Abu daun teratai mengandung efek homeostatik, yaitu kemampuan untuk mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan normal, dan dipercaya dapat menghentikan pendarahan pada paru-paru, hidung dan rahim. Selain daun, biji teratai juga bermanfaat untuk kesehatan jantung, limpa dan ginjal. Biji teratai biasa digunakan dalam membuat aneka kue, minuman atau bubur. Biji teratai juga mengandung efek astringen sehingga bermanfaat untuk mengobati diare dan juga mengandung efek sedatif sehingga berguna untuk mengatasi insomnia dan palpitasi (detak jantung cepat). Aroma bunga teratai yang harum banyak digunakan dalam pengobatan energi bunga (flower's Bach Remedies). Aroma teratai meningkatkan vitalitas dan mempunyai efek menenangkan. Sumber lain mengatakan, rebusan bunga teratai dapat digunakan sebagai pereda pendarahan dan menyembuhkan radang kulit bernanah. Umbi teratai juga berkhasiat meredakan demam, tekanan darah tinggi dan wasir. Airnya mempunyai pH 8-9 dengan suhu 28,50C dan tingkat kecerahan sekitar 37 cm. Sedangkan keadaan tanahnya, pH tanah sebesar 6,5 dengan kelembaban 51%.
Dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar